October 21, 2014

Hitung Mundur

Kurang dari dua minggu, tidak menyangka bahwa waktu akan berlari secepat ini. Syukur yang tak terhingga karena hampir semuanya bisa kami rencanakan, pelajari, dan persiapkan berdua, mulai dari tabungan, lamaran, sampai printilan-printilan pernikahan yang... masya Allah berkat ridho-Nya bisa diselesaikan satu-satu tepat pada waktunya. Bersyukuuur banget punya orang tua yang kooperatif, yang siap dengan kejutan dan percaya penuh pada anak-anaknya, punya sahabat yang sangat penyayang, yang sangat sabar, yang bersedia saya repotkan, yang setia mendengar keluhan-keluhan saya, atau melihat mata saya bengkak karena perasaan yang campur aduk yang tidak bisa dijelaskan asal muasalnya.

Pahit dan manis, capek-capek seru, yang kalau diingat lagi bisa bikin saya semakin siap dan mengharu biru karena saya sungguh berterima kasih pada calon suami saya yang telah berjuang penuh dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri untuk merealisasikan ini. Terima kasih, terima kasih telah berjuang, semoga Allah membalasnya dengan limpahan-limpahan kebaikan.

Alhamdulillah, nggak pakai berantem-beranteman, menyenangkan sekali punya pasangan dengan visi misi yang sama, dan bisa diajak bernegosiasi dengan baik. Pre-wedding syndrome sudah terlewati, yang sebenarnya bukan masalah besar, karena pada dasarnya kekhawatiran itu semua muncul dari saya sendiri yang cenderung suka membebani diri dari hal-hal yang sebenarnya tidak penting untuk dipikirkan.

Tugas kuliah sedang banyak-banyaknya, persiapan sudah selesai, dan kini saatnya masuk tahap berserah. Berkali-kali saya diajak deg-degan hebat sama jantung sendiri, yang saya yakin itu adalah ujian kepasrahan yang harus diperkuat dengan doa, doa, dan doa bahwa niat yang baik akan dilancarkan dengan keberkahan dan dijauhkan dari kesukaran.

Hitung mundur dimulai, yakni kurang dari dua minggu itu insya Allah akan menjadi keputusan dan perubahan paling besar yang pernah saya ambil dalam hidup saya. Bismillah :)

October 18, 2014

A Day Off

"I need a day-off"

"For what?"

"For crying out loud - alone - in my room. Because, trying to look fine and perfect everyday in front of people is tiring. But I have to be that way, always. I'm dying"

October 15, 2014

Patahan #83

"Seringkali... deru jantung, kekhawatiran, dan skenario yang diciptakan manusia itu sendiri dalam pikirannya adalah ujian kepasrahan"

Tidak ada seorang muslim yang berdo’a memohon kepada Allah, yang do’anya tidak mengandung unsur dosa dan pemutusan hubungan persaudaraan, kecuali Allah akan mengabulkan dengan tiga kemungkinan; memberikan apa yang dinginkan, disimpan (pahalanya) hingga di alam akhirat, atau diselamatkan dari bahaya yang mengancam. (HR. Bukhori).

.
.
.

It will be fine. With Allah, it will be fine :)

October 11, 2014

Grown-up Love

Romance is no more about rose and poem.

Romance is responsibility and empathy. 

It turns when I sweep the floor and you have initiative cleaning the bathroom. We both are tired and sweating.

It is the sign that love has grown up. That feeling can't be resembled by anything. That feeling when you are just ready to live forever with him.

October 5, 2014

Filter

"November people always remember"

"What makes you that mad?"

"I'm sick of the stamp of the heart breaker in me. Are they all my mistakes when their hopes do not match the reality?"

"No, they are not. Let me tell you. Your mistake is not filtering what you feel and what you listen"

September 27, 2014

Between Luck and Miracle

Sometimes things just happen beyond expectation. When people stare at you, and you silently whisper to yourself, "is it true?" - you just hope it is not real, but it is. Sadly, you are awake. It is not a dream.

The law of achievement - 90% of hard work and 10% of luck. Luck is created by bless - untouchable hands come from prayers and the traces of good things that can't be explained rationally.

I am on that position. I feel so nothing, but miracle happens.

Rabb, is my gratitude enough? Rabb, Thank You. Please, give me strength. Because days are much harder after they were.

But, still, people's expectations are the hardest.