August 22, 2014

My Friend was An Alien

She was Laura. She wrote everything that she listened in class.

I began to know her in the second week of our first semester in university. It was not I remembered, Laura noted it! She was one of only two girls existed (or maybe lost) in mechanical engineering class. She was quite different. She had long hair with cute bangs and tidy pony tail. She loved asking random questions that shocked everyone. She was too neat........ errr okay, beautiful for being a mechanic compared with another girl - her name was Max. Yet, we still didn't believe she was a girl because she was more manly than a man. That was why we called Laura as an alien. And guess, she was not mad at all. What an alien!

I was late that day for an hour, oops! The crazy lecturer was writing a crazy formula on white board without moving his head, it was chance! I entered the room peacefully... and that girl was sitting alone on the front seats again. ALONE. She had written carefully everything since the beginning of the class. I wondered if the lecturer sneezed, maybe she would write it too as a compliment. Because she wrote everything!

"Hey Laura, it's me Adam. It's our first time to chat, right? Sorry, may I borrow your note book?"

August 20, 2014

Mari Lakukan Sesuatu yang Menyenangkan

Judul di atas buat saya.

Apa itu menyenangkan? Kondisi apa yang disebut menyenangkan? Berdasarkan KBBI, menyenangkan adalah "membangkitkan rasa senang hati; memuaskan; menarik (hati)". Menyenangkan adalah rasa, oleh karena itu pada dasarnya bersifat relatif. Setiap orang punya kepentingan tertentu dan porsi selera berbeda yang bisa menciptakan perasaan damai dan membangkitkan hormon endorfin di kepalanya.

Definisi 'menyenangkan' yang saya rindukan adalah yang bisa memenuhi kebutuhan emosional saya. Secara ilmiah, ada tiga kebutuhan emosional dasar manusia: love, acceptance, and security. Teman saya pernah bilang bahwa saya punya kebutuhan emosional yang sangat besar, yang fluktuasinya bisa mengguncang mood dan fokus dalam sekejap. Too bad. Let me call it the perks of being an introvert. 

Saya rindu punya sahabat dekat, rindu mengajar (akhirnya saya bisa mengategorikan salah satu mata kuliah di kampus sebagai yang 'menyenangkan' dan ingin saya ajarkan), saya rindu membaca buku baru tanpa menunda, saya rindu menjadi berani, aktualisasi diri dan pencapaian, menjadi bermanfaat, saya rindu waktu yang berkualitas dengan orang-orang tersayang, obrolan ringan di sela-sela kesibukan, atau... singkatnya saya rindu diri saya yang bersemangat, dan tak sibuk merancang kronologi kejadian tentang kekhawatiran pada kata orang dan pada masa depan.

Jadi, sudah punya sesuatu yang 'menyenangkan' dilakukan untuk hari ini?

Mulai dengan bersyukur! :)

August 19, 2014

Kutipan Super

Sayang bangeeet nggak ikutan acara Super Mentor 3 tanggal 18 Agustus 2014 kemarin, padahal salah satu pembicaranya adalah idola saya, Ibu Sri Muliani Indrawati. Syukurlaaah masih bisa nonton via you tube (salah satu jawaban untuk "internet cepat buat apa" :p) dan berikut ini adalah lima kutipan super yang saya tangkap dari beliau.

1. Orang itu bisa memilih mau menjadi apa dalam neraca hidupnya: pilihan untuk menjadi asset, atau menjadi liability.

2. The first ingredient to be successful adalah diri kita sendiri. Trust yourself, respect yourself, develop yourself.

3. Keberhasilan saat sekolah adalah bukan untuk menjadi juara, tetapi bagaimana untuk menikmati pelajaran yang diajarkan. Dan pekerjaan yang paling nikmat adalah yang dilandaskan pada hobi atau kesukaan. Jika saat ini hobi Anda tidak bisa dijadikan pekerjaan, ubahlah mindset Anda untuk menjadikan pekerjaan Anda sekarang sebagai sebuah kesukaan.

4. Karakter asli seseorang tidak diukur dari level intelegensi atau tingkat pendidikannya, tapi terlihat saat bagaimana dia berada dalam kelompok, berintetaksi dalam sebuah tim.

5. Dan seperti biasa, selalu... jangan pernah lelah untuk berhenti mencintai negeri ini.

Dirgahayu Indonesiaku! :)

August 13, 2014

Education

"We can't choose where and under which conditions we were born, but the future is as free as you choose it to be"

This is what my mom and dad always teach me that no matter how tough our life in the past, forgive and never look back, don't complain. We must change our destiny.

I am very thankful of having open-minded parents as I remembered one apprehensive thing related to my big family. I was born as an Arabic, though it's difficult to explain in which race I am included to people questioning. I am a proud Indonesian, that's it.

As pure blood, half blood, or any name given for people who indirectly have connection with Arabic family (which surprise me, because the bond and the sense of belonging to the culture are very strong), we used to be grown up with tight patriarchal mindset in which girls and boys sometimes are raised with different treatment. Boys get more chance in education, choice, having a job than girls. Matchmaking is also a culture, because marriage with the same race is the prestige.

August 11, 2014

Home For Me is Where You Are

Lebaran kali ini berbeda. Tidak lagi tentang pakaian, kue, atau kata maaf yang hanya jadi budaya. Lebaran kali ini tentang mereka, tentang aku dan perasaanku yang hilir mudik bersamaan dengan waktu.

Pagi itu, aku dan ayah duduk di meja makan, kami mengobrol panjang setelah sarapan. Ada sajian air mata yang kutelan pelan-pelan di setiap pesan hidup yang dia katakan. Atau rendang daging kesukaan yang dia beli tergesa-gesa menjelang pulang. Atau kerinduannya mengajak sang anak perempuan berkeliling menikmati malam. Atau kebiasaannya mengejar bayanganku hingga tak terlihat memasuki ruang tunggu keberangkatan. Hingga aku tak perlu ragu bahwa apapun yang terjadi aku tetap menjadi gadis kecilnya yang dia cintai selamanya.


Malam itu, aku tidur memeluk ibu dan memohon pada waktu untuk membeku. Namun malam begitu egois, dia tak mau tahu, hingga menyuruh pagi datang terburu-buru. Lalu kami berjalan-jalan seperti sahabat dekat, dia begitu rindu ditemani seperti ini. Tak pernah terlihat kantuk melekat di wajahnya, lelah yang menggigit bahunya, tertutupi kasih sayang dan dedikasinya yang begitu besar, atau doa yang melulu tentang kebahagiaanku di sepanjang sujud dan kesempatan.


Terima kasih telah menjadi anugerah terindah dalam hidupku, semoga kalian sehat dan tersenyum selalu. Teruntuk adikku, terima kasih telah menjadi adik dan penjaga yang baik. We love you, always and always.

July 15, 2014

Kelima

Usia yang matang untuk sebuah laman.

Seharusnya di tahun ini aku semakin banyak menebar tulisan. Bukan hanya melukis lamunan yang senantiasa bermunculan pada pagi dan petang. Tapi, beberapa begitu saja tersia-sia lalu menguap di angan-angan.

Selamat hari jadi yang kelima taman edelweiss. Terima kasih sudah menjadi teman dan miniatur dari keabadian.

:)