January 15, 2016

Menjadi Ibu Hamil yang Bahagia

"Jangan sedih ya, Ma. Aku di sini"

Saat saya sedang kelelahan atau merasa sendirian, ada yang langsung menendang dan seakan menghibur dari dalam perut. I will fight for you, my love, my baby.

♡♡♡

***

Kehamilan saya sudah memasuki trimester akhir, tepatnya 31 minggu. Perut semakin membuncit dan punggung semakin melengkung, hehe. Alhamdulillah, si dedek tumbuh sehat, walaupun dengan total pertambahan berat badan saya yang hanya 5 kg (dan optimis akan terus bertambah), but my baby has normal weight. Tendangannya semakin sering dan kuat, dan sekarang kepalanya sudah muter di bawah perut. Get ready to meet mommy in few weeks, right?

Pekerjaan membuat waktu berjalan cepat. Saya bersyukur dikelilingi orang-orang yang baik, peduli, dan bumil lain yang seperjuangan. Mereka kuat, saya juga pasti kuat. Saya juga bahagia walaupun dalam keadaan hamil rekan kerja dan atasan saya tetap memperlakukan saya secara profesional. Mereka adalah support system yang saya butuhkan. Karena kehamilan bukan penyakit, kehamilan adalah kebahagiaan dan sebuah pilihan. Jadi, hindari berkeluh kesah :)

November 12, 2015

Tentang Menghidupkan Mimpi atau Memimpikan Hidup

Pukul 06.58 WIB

Aku memaksa mengangkat tubuhku yang lemah dari kasur, membersihkan kotoran yang menumpuk di sudut mata – aku tak ingat apakah aku menangis lagi sepanjang tidur, dan beranjak mandi untuk menghilangkan cairan serebrospinal yang bergerak ke otak dan menyebabkan pandanganku kabur. Kepala terasa berat seperti mau pecah, andai saja aku bisa melepaskan dan menghancurkannya sejenak – pasti hidupku terasa lebih mudah. Dokter pernah bilang bahwa aku menderita anemia akut karena kadar sel darah putihku memiliki jumlah yang melebihi batas normal, dan dipicu oleh pola tidurku yang terlalu buruk. Tapi hal itu tidak membuatku bersedia mengubah kebiasaanku untuk tidur di pagi hari, apa yang dimengerti oleh dokter itu tentang aku? Tidur pagi ini adalah kebutuhan primerku, dan aku tetap akan bertanggung jawab untuk bekerja dan bangun sebelum pukul 7 lebih atau kurang beberapa menit sebagaimana hari ini. Dokter tidak perlu khawatir begitu.

===

Cerita pendek tersebut seutuhnya dapat dibaca di Birokreasi yang dimuat tanggal 6 November 2015. Terima kasih dan mari ikut berkontribusi menulis di sela kerja :)

November 11, 2015

Patahan #86

1
"... And I watched this man. Every time they hit him, he stood back up again. Soldier hit him harder, still he got back to his feet. I think because of this they stopped the beating and let him live: stoikiy muzhik. Which sort of means like a standing man, standing man" - Rudolf Abel.

 2
"It doesn't matter what people think. You know what you did"- James Donovan.

Those two beautiful quotes from Bridge of Spies movie are really touching and powerful for me - to trust the heart and stay on the right side - no matter what people say. Be brave.

November 10, 2015

Yang Baru di Bulan November

Pastinya, usia baru!

Alhamdulillah, di tanggal 7 November kemarin saya masih dikasih jatah umur sama Allah yakni yang ke........ 26. Wow banget rasanya udah melewati usia 25! Tapi, pencapaian masih segitu-segitu aja, hiks. Smoga di usia yang baru bisa jadi perempuan yang lebih dewasa, lebih muda, lebih bahagia dengan status menyusul sebagai ibuuuu. Aamiiin.

Di ulang tahun kemarin, seperti biasa Abah menjadi orang pertama yang mengirim ucapan tepat di jam 12 walau saya sudah tertidur. I love you, abah :* Di ulang tahun kali ini, saya benar-benar merasakan kehangatan dari orang-orang terdekat yang mendoakan, keluarga, sahabat, dan yang pasti suamiiii - fewer than 10 people remember me sooo deep without social media notification. Saat sebelum subuh saya terbangun, ada kado mungil di atas meja ruang tamu, sesuatu yang sangat saya butuhkan....... Thank you husband!

Dan akhirnya, saya bisa menikmati promo ulang tahun Holycow di Alam Sutera, senangnya makan gratis! Saya memesan Hokubee Sirloin. Yang di dalam perut ikut bahagia ngemil steak sambil pamer aksi menendang-nendang hehe. Seharusnya buat yang berulang tahun ada persyaratan harus mengenakan semacam mahkota selama menyantap steak, tapi saya nggak tuh hihi karena di saat yang bersamaan banyak yang sedang ulang tahun juga :P Bisa makan dengan tenang hehe tapi sebenarnya di dalam hati pingin juga dong foto pakai mahkota gitu :(

Selanjutnya, mulai tanggal 9 November saya juga harus membiasakan diri dengan ritme hidup yang baru. Bangun sebelum pukul 4 dan berangkat pukul 5 lewat untuk mengejar jemputan. Awalnya sih ngantuk dan badan pegel semuaaa karena beberapa jam harus duduk mengarungi Jakarta dengan perut yang tambah buncit. Walaupun belum definitif sih ditempatin dimana, masih menanti....... dan menanti ketidakpastian itu nggak enak hiks. Pulang kantor sampai di Bintaro bisa hampir jam setengah 8. Karena suami kuliah malam jadi saya dianterin sama Gojek ke rumah. Kalau masih punya tenaga masak bentar deh sekalian buat bekal besok. Tidur rasanya singkat banget...................... Apalagi kalau udah punya anak nanti ya? Duh, ga tega T_T

Dalam hati cuma bisa bergumam sambil mengelus perut, "I'm sorry for making you tired, dear. Thank you for being so wonderful and strong for mommy"

Adaptasi itu sulit. Tapi semua akan baik-baik saja. Every good things take time. Harus banyak-banyak berserah dan selalu siap berubah. Keputusan hidup memang harus fleksibel kan? :)

November 3, 2015

Would You Like to Comb My Hair?

"They say pregnancy will bring you to the state of vulnerability. You will be mad, sad, over excited, grateful, and exhausted alternately up and down, then feel extremely fragile without any reason to explain why. Blame the hormones, yes, it's true. They also tell that the wonderful 9-month journey will change you into maturity. Sometimes it's true, yet, sometimes it's not"
***

The red sun of twilight alarms me that husband will come home soon. I do my routines, check the grocery in refrigerator, and decide what to cook tonight. No, I've lied. I have pushed my brain to arrange weekly menu the days before and make sure all I need is available. Sometimes it's tiring to be perfectionist - or try to be a perfect wife - while we know it's impossible. But, it's satisfying. It's just... satisfying - at least for myself of knowing that I've achieved something good today or yesterday.

I prepare corn and cut the long beans, yes, it's tamarind vegetable soup for dinner. Then, something disturbs my focus. I touch my hair, my dull curly hair. I remember something, something very nice. Suddenly, I cry. I know it's not because of the onions. The tears just come, and I let them flow.

Do you know what I remember? It's just too funny that I picture my mother combing my hair like she used to do when I was a girl, twice a day, with her gentle hands. I miss the moment how she touched my hair, how she tied my ponytail, and ended it by kissing my head. My tears keep falling. I do miss those moments. I miss her hands. I miss being loved like that. But time just changes too fast. The little girl has her turn to be mother soon. So, I blame the hormones again to make me too weak when I am alone. Though I always promise that I have to be cheerful, happy, and active - however I am - because it stimulates my baby to feel so.

Forgive me, my dear.

I'm in rush erasing my tears, taking my mobile phone, and typing this, "Mom, I miss you. I miss the moment when you comb my hair"

Then, I realize. It's not always good to follow what I feel. If she reads this message, will she just be sadder than me, right?

***

Those images which mother combs my hair still occupy my brain until my sleeping time. Husband is lying, and I ask him something to heal my feelings.

"Would you like to be combed before you sleep?"

I know he loves it. He puts his head above my laps, and I start to cry again - in silence, with smile - a very big smile.

"Hello baby inside, when you have grown up, I can't wait to comb your hair like my mother used to do"

***


For me, what I do tonight, it's just a simple sign of maturity.


Picture taken from here.