September 21, 2014

Sabtu Bersama Bapak

"Jadi suami."

"Kenapa takut, Mas?"

"Sebenarnya bukan takut, sih. Tapi berat."

"Apa yang bikin jadi suami itu berat?"

"Ketika seorang laki-laki dan perempuan menikah, laki-laki itu meminta banyak dari perempuan.
Saya pilih kamu.
Tolong pilih saya, untuk menghabiskan sisa hidup kamu. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama kamu. 
Percayakan hidup kamu pada saya. Dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir dan batin.
Pindahkan baktimu. Tidak lagi baktimu kepada orangtuamu. Baktimu sekarang pada saya. 
Itu, tiga perkara yang pria minta dari perempuan. Banyak laki-laki yang saat menikah tidak tahu bahwa mereka meminta ini. Banyak juga laki-laki yang bahkan kemudian hari, mencederai tiga hal ini."

***

Salah satu kutipan favorit saya dari buku Sabtu Bersama Bapak di halaman 220-221. Buku yang sangat bagus dan mengharukan dari Adhitya Mulya.


Pas dibaca di hari Sabtu, saat kangen dengan Abah, ataupun dibaca berkali-kali karena penuh pelajaran hidup: pelajaran tentang menjadi bapak, menjadi ibu, menjadi suami, menjadi istri, menjadi anak, menjadi keluarga :)

September 20, 2014

Nostalgia tentang Matematika

Tulisan kali ini terinspirasi dari postingan yang menyebar di media sosial dimana tiba-tiba orang-orang meributkan perkara 4×6=6×4, yap tentang Habibi dan tugas matematikanya dan nilai 20 yang diberikan gurunya. Dan, tulisan saya kali ini bukan dalam rangka ikut-ikutan menghakimi, tapi gatel pingin cerita... karena kasus ini seperti dejavu di masa lalu saya. Uhuk! :D

Memang benar, perkembangan zaman, kebebasan, dan keterbukaan informasi menjadikan tantangan mendidik anak baik sebagai guru dan orang tua semakin berat. Tidak hanya itu, bahkan di pekerjaan apapun. Isu-isu kecil bisa dengan mudah dihembuskan di media sosial dan menjadi bahan perbincangan banyak orang.

Ceritanya throwback di masa saya duduk di bangku kelas 2 SD, errr tahun 1996, sama seperti Habibi. Sepertinya pengalaman itu membekas sangat dalaaaam di memori jangka panjang. Saat itu kami sedang belajar perkalian dengan metode "loncat" di garis bilangan. Lalu kami diberi tugas sebanyak 5 soal, mulai dari 2×3, 3×4, dan seterusnya. Mirip konsepnya dengan soal yang diberikan guru kepada Habibi.

September 19, 2014

Long Semester

Believe it or not, it feels like the longest semester ever in STAN. I am so thankful, the final exam is over. And, the best thing is... to say goodbye to the weirdest subject in this semester. HAPPY. However, three days after exam, I still could not move on. I had to force myself to accomplish the rest of unsolved practice exam in one night. Thanks for being deadliner, O-blood type! And, I did it. HAPPIER. You really don't know how strong you are until you've EVER tried. I got headache because I didn't sleep. I tried to sleep but the problems haunted in my dream. I woke up and tried to finish it again. I slept on the morning, got terrible face, and gifted myself with the present: face acupressure! Been soooo long I didn't have massage or go to beauty shop. The big day's gonna come but I have not got any special treatment yet................................ :)))))))

Thousands and millions gratitude to Allah, because the list of preparation completed one by one. And, we did most of them by the only two of us. The tiredness hits every weekend. But it feels like an adventure. The real adventure. Laugh is everywhere though the saving is declining sharply, yes! I am so grateful that I have the best partner and team mate like him to deal with these. So, what's still not being checked from the list? Wedding picture! Aaaargh, so difficult to ask him to have cute picture only for one capture *cry* But, I've made a deal to do it on the beginning of October. Wish me luck XD

I get a week free before welcoming another new semester. I have abundant me time: reading old novel, watching Pride and Prejudice over and over for the sake of seeing Mr. Darcy, printing labels and sending invitation, enjoying my room before moving, googling with keyword "life after marriage", "how to be a wife in first days" *really, I have no idea* and packaging hundreds of souvenirs alone. LOL. Once in a life time, it's very happy to feel the excitement of preparation to the fullest.

Oh my God, oh my God, oh my God....and until today, sometimes I'm not sure it's real. It is not a dream. It's real. Thanks Allah, I'm blessed :)

August 22, 2014

My Friend was An Alien

She was Laura. She wrote everything that she listened in class.

I began to know her in the second week of our first semester in university. It was not I remembered, Laura noted it! She was one of only two girls existed (or maybe lost) in mechanical engineering class. She was quite different. She had long hair with cute bangs and tidy pony tail. She loved asking random questions that shocked everyone. She was too neat........ errr okay, beautiful for being a mechanic compared with another girl - her name was Max. Yet, we still didn't believe she was a girl because she was more manly than a man. That was why we called Laura as an alien. And guess, she was not mad at all. What an alien!

I was late that day for an hour, oops! The crazy lecturer was writing a crazy formula on white board without moving his head, it was chance! I entered the room peacefully... and that girl was sitting alone on the front seats again. ALONE. She had written carefully everything since the beginning of the class. I wondered if the lecturer sneezed, maybe she would write it too as a compliment. Because she wrote everything!

"Hey Laura, it's me Adam. It's our first time to chat, right? Sorry, may I borrow your note book?"

August 20, 2014

Mari Lakukan Sesuatu yang Menyenangkan

Judul di atas buat saya.

Apa itu menyenangkan? Kondisi apa yang disebut menyenangkan? Berdasarkan KBBI, menyenangkan adalah "membangkitkan rasa senang hati; memuaskan; menarik (hati)". Menyenangkan adalah rasa, oleh karena itu pada dasarnya bersifat relatif. Setiap orang punya kepentingan tertentu dan porsi selera berbeda yang bisa menciptakan perasaan damai dan membangkitkan hormon endorfin di kepalanya.

Definisi 'menyenangkan' yang saya rindukan adalah yang bisa memenuhi kebutuhan emosional saya. Secara ilmiah, ada tiga kebutuhan emosional dasar manusia: love, acceptance, and security. Teman saya pernah bilang bahwa saya punya kebutuhan emosional yang sangat besar, yang fluktuasinya bisa mengguncang mood dan fokus dalam sekejap. Too bad. Let me call it the perks of being an introvert. 

Saya rindu punya sahabat dekat, rindu mengajar (akhirnya saya bisa mengategorikan salah satu mata kuliah di kampus sebagai yang 'menyenangkan' dan ingin saya ajarkan), saya rindu membaca buku baru tanpa menunda, saya rindu menjadi berani, aktualisasi diri dan pencapaian, menjadi bermanfaat, saya rindu waktu yang berkualitas dengan orang-orang tersayang, obrolan ringan di sela-sela kesibukan, atau... singkatnya saya rindu diri saya yang bersemangat, dan tak sibuk merancang kronologi kejadian tentang kekhawatiran pada kata orang dan pada masa depan.

Jadi, sudah punya sesuatu yang 'menyenangkan' dilakukan untuk hari ini?

Mulai dengan bersyukur! :)

August 19, 2014

Kutipan Super

Sayang bangeeet nggak ikutan acara Super Mentor 3 tanggal 18 Agustus 2014 kemarin, padahal salah satu pembicaranya adalah idola saya, Ibu Sri Muliani Indrawati. Syukurlaaah masih bisa nonton via you tube (salah satu jawaban untuk "internet cepat buat apa" :p) dan berikut ini adalah lima kutipan super yang saya tangkap dari beliau.

1. Orang itu bisa memilih mau menjadi apa dalam neraca hidupnya: pilihan untuk menjadi asset, atau menjadi liability.

2. The first ingredient to be successful adalah diri kita sendiri. Trust yourself, respect yourself, develop yourself.

3. Keberhasilan saat sekolah adalah bukan untuk menjadi juara, tetapi bagaimana untuk menikmati pelajaran yang diajarkan. Dan pekerjaan yang paling nikmat adalah yang dilandaskan pada hobi atau kesukaan. Jika saat ini hobi Anda tidak bisa dijadikan pekerjaan, ubahlah mindset Anda untuk menjadikan pekerjaan Anda sekarang sebagai sebuah kesukaan.

4. Karakter asli seseorang tidak diukur dari level intelegensi atau tingkat pendidikannya, tapi terlihat saat bagaimana dia berada dalam kelompok, berintetaksi dalam sebuah tim.

5. Dan seperti biasa, selalu... jangan pernah lelah untuk berhenti mencintai negeri ini.

Dirgahayu Indonesiaku! :)