July 12, 2014

Benalu

Pagi itu, sehabis hujan.

Langit masih kelabu tetapi aku sudah menggendong tas ranselku dan berlari keluar rumah sambil menunggu Ibu. Ini adalah hari pertama aku masuk sekolah dasar. Para burung gereja bersahut-sahutan seakan mengucap selamat jalan. Barisan embun berserakan di dedaunan dan terseok-seok di batang pohon mangga yang bergelombang lalu hinggap di jari manisku yang mungil dan kemerahan. Saat itu, pekarangan menjadi tempat yang sangat menyenangkan di kala tak punya teman.

“Ibu, apa itu?”

Aku berjinjit memperhatikan sebuah mahkluk yang menempel di pohon mangga kami yang perkasa.

“Itu namanya benalu”, jawab Ibu sambil merapikan seragamku.

“Apa yang dia lakukan disana?”

“Dia hidup dengan menggerogoti sari pati sang pohon, jika dibiarkan maka sang pohon bisa mati perlahan-lahan”

Mataku berkaca-kaca marah menatap makhluk itu, tak terbayang pada apa yang bisa dia lakukan terhadap pohon kesayanganku. “Sore ini kita basmi ya Ibu”

Ibu mengangguk. “Saat kau besar dan menjadi pemimpin janganlah kau seperti benalu itu yang merebut hak orang lain untuk kenikmatan dirimu sendiri. Lihat, tidak ada yang menyukai benalu itu bukan? Lihat, bagaimana nasib pohon mangga itu yang menjadi korban? Bisa kau rasakan kesedihannya?”
Sepanjang perjalanan ke sekolah aku terus memandang ke belakang. Nasihat Ibu membekas dalam ingatan jangka panjangku yang terdalam. Ini pertama kalinya aku belajar tentang kebencian. Bedanya, ini kebencian yang diperbolehkan.

***

July 8, 2014

Fear

Every tear which falls on Ramadhan is wonderful. It reflects story about heart, hopes, family, and beautiful relationship between Rabb and soul. So is it - as what happens to me this year. It is the most sentimental Ramadhan ever. Because I realize next year life is not same anymore. Months to go, the big thing's gonna happen. Yes, it is a big deal.

The biggest fear of mine is I can't see my mom and dad as much as today. The good news is when I call them, they still treat me as a little girl. Nothing really changes. I hope I will always be their little girl forever. When I come home this Eid, I want to sleep with my mom as long as I can. I want to spend quality time with them and make them feel loved and happy.

Some good friends begin to leave because they are afraid being too close make them miss me when change is something that I can't deny. It makes me sad. Rabb, please give me strength and deep hugs from useless anxiety and doubt.

I just wish time would not run that fast. But it does.

July 2, 2014

Mimpi Besar SMI

Ibu Sri Muliani adalah salah satu tokoh yang selalu membuat saya percaya bahwa masih ada orang baik yang bisa memimpin negeri ini. Beliau adalah pemimpin yang sangat cerdas dan berintegritas, berani melakukan reformasi birokrasi besar-besaran di Kementerian Keuangan, sayang banget sama STAN, dan punya banyak jasa dan pemikiran untuk menjaga dan menyelamatkan kesinambungan fiskal. Di antaranya, kebijakan melunasi utang kepada IMF sampai pada titik IMF tidak lagi mempunyai bargaining position di Indonesia dan kebijakan menutup defisit APBN dan kebutuhan kas jangka pendek dengan instrumen pembiayaan dalam negeri seperti SUN yang menggunakan mata uang Rupiah.

Dua mimpi besar SMI yang belum terwujud sampai saat ini adalah:

Pertama, kinerja keuangan pemerintah tidak diukur berdasarkan penyerapan. Bayangkan di akhir tahun kita berlomba-lomba menghabiskan pundi-pundi anggaran untuk melakukan pengadaan dan memperkaya pihak ketiga tanpa mempertimbangkan efisiensi dan apa output/outcome dari anggaran yang telah digunakan. Setiap satker khawatir dengan sanksi pemotongan anggaran jika anggaran tidak terserap hampir seluruhnya. Performance based budgeting masih jauh dari harapan.

Kedua, pelunasan utang sekian generasi yang jumlahnya luar biasa hampir sepertiga dari PDB Indonesia dengan konsep "gotong royong sumbangan warga Indonesia" seperti yang berhasil diterapkan di Iran. Bayangkan jika setiap orang secara serentak menyumbang sebesar 10.000 rupiah saja setiap bulan, bayangkan dampaknya... terutama terhadap sense of belonging pada negeri ini. Jika dihitung mungkin tidak bisa terlunasi dalam sekian tahun, tapi dampak psikologisnya sangat luar biasa. Still, maybe it is just a dream.

Satu kalimat indah yang saya selalu ingat tentang beliau, "Jangan berhenti mencintai negeri ini"

Just, don't...... :')

June 27, 2014

Upgrade Something Yummy!

I have leisure time these days so I get chance to upgrade my potential which makes me more womanly! I learn to cook! *cry* I learn to prepare my own dinner and some snacks. Fortunately there is a grocery near my dorm. Sorry for my dormmates because they've been my objects to taste my food. LOL.

So far, I've successfully made fried rice, bolognase spaghetti, potato balls, chocolate pancake, and another dishes from chicken, eggs, and vegetable. It feels so good because you know what's actually inside your own food - it means healthier and more savings, yay! But because I'm quite blind with the techniques when I read the recipes, I choose to watch the tutorial from YouTube or call my mom.

The best thing is when looking at person I love eat my food happily... It's priceless. It motivates me to learn more and more. I always believe every woman has talent in cooking by nature, it just takes time! :D

June 25, 2014

Apa yang Salah?

Sampai sekarang selalu heran sama kebiasaan bangsa sendiri yang HOBI buang sampah sembarangan! It's everywhere... 

Tempat wisata yang bagus jadi rusak karena pengunjung seenaknya buang sampah tanpa rasa bersalah, atau di stasiun yang sudah tersedia banyak tempat sampah tapi masih aja tuh tangannya refleks buang sampah di tempat yang tidak seharusnya. Huhu. Bukan berarti karena ada penyapu jalan atau petugas kebersihan, kita terbiasa dengan mindset 'nanti kan ada yang bersihin' bisa sewenang-wenang tidak peduli, ya nggak sih?

Beberapa pendapat menyatakan bahwa kita ini bangsa yang ingin selalu dilayani. Setelah dapat hak sering lupa kewajiban. Ingin dapat nilai atau pekerjaan baik, mau yang instan. Saat hal tidak menyenangkan terjadi, tidak bercermin dan terus menyalahkan orang lain atau pemerintah. Setelah makan, sampah plastik dibuang gitu aja, di tempat-tempat yang tidak layak dirusak pula, di taman, di laut, di sungai, di selokan. Kalau banjir, kita semua marah-marah. Sebenarnya kita sedang marah pada diri sendiri nggak sih?

Kita bisa berubah kan ya? Apa yang salah sih? :(

June 22, 2014

Jangan Kalah Sama Hujan Bulan Juni :D

Jadi yang tertuang dalam puisi Sapardi Djoko Damono bahwa tiada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni itu memang tepat. Masya Allah, Juni ini panas beneeeerrrr sepertinya sang hujan memang disuruh bersabar untuk menikmati indahnya terjun dari angkasa. Jalan kaki bolak balik ke kampus tanpa sun block dan persiapan hunting setiap weekend bikin nggak boleh takut sama matahari, yuhuuuuu calon pengantin jadi eksotis.............................. *menghibur diri* *nelen vitamin E*

Alhamdulillah, masalah catering udah kelar, malem-malem diniatin di tengah-tengah UTS ke kantornya Chikal buat fix-in daftar dan saat itu pula udah milih baju pengantin, biar ga keduluan diambil orang katanya aih persaingan di Jakarta ini yaa. Pulangnya nggak boleh tidur sampai pagi soalnya masih harus belajar buat ujian jam 8. Alhamdulillah, abis ujian terakhir langsung hibernasi. Sebelum UTS sempet kena serangan tension headache, sakit beneeeer kepala belakang. Solusinya cuma tidur dan nggak kelaperan. Diserang gatal-gatal dan nyeri di jari tangan dan kaki pula. Ternyata akibat kaki terendam banjir cukup lama waktu perjalanan ke Depok dan kondisi badan lagi nggak fit. Langsung disuruh minum dexamethasone biar kulit terselamatkan, duh.

Undangan juga udah nemu yang pas di harga dan di hati. Setelah tiga kali hunting undangan dong, Pasar Tebet, Blok M, lalu Pasar Tebet lagi dan dapat rekomendasi dari temen-temen *kalau dapet undangan sekarang yang diliat percetakannya apa zzz* benarlah kalau Pasar Tebet itu surganya undangan! Walaupun jauh tapi harga miring, kualitas bagus, dan modelnya lucu-lucu. Pas banget yang saya mau dan dia juga sama, senangnyaaaa. Akhirnya, udah jatuh hati sama Abadi Printing. Udah lega rasanya, masya Allah.

Sampai sekarang selalu percaya bahwa doa mama yang bikin saya kuat, yang bikin hal nggak mungkin menjadi mungkin. Mempersiapkan dan merencanakan semua berdua ituuuu berkah sekaligus tantangan. Seneng sekaliii dikasih kepercayaan buat melakukan dan menentukan sendiri, aaaaaah ya Allah mudahkanlah. UTS juga sudah berakhir. Ini semester yang paling random, tapi saya malah paling menikmati proses belajar di UTS kali ini. Dan saya punya temen-temen yang baiiiiik banget, yang bikin saya normal dan tetap ceria dalam rasa frustasi. LOL.

Banyak perjuangannya, banyak suka dukanya tapiiii lebih banyak suka dan syukurnya, namanya juga memperjuangkan sesuatu yang berharga, jadi ayo tetap semangat. Aroma Ramadhan mulai tercium, Ramadhan kedelapan di rantau!  :)